Pagi itu matahari baru saja menyembul dari balik perbukitan. Embun masih menempel di ujung-ujung daun ketika Malik berjalan menuju pasar bersama anaknya. Di samping mereka melangkah seekor keledai yang biasa membantu pekerjaan keluarga mereka. Jalan menuju pasar cukup jauh. Malik memilih berjalan kaki sambil menuntun keledai, sementara anaknya berjalan di sampingnya. Sesekali mereka bercanda untuk mengusir lelah yang mulai terasa. Belum lama berjalan, mereka berpapasan dengan sekelompok orang. “Lihat mereka!” seru salah seorang. “Betapa bodohnya. Mereka punya keledai, tetapi tidak ada yang menaikinya.” Orang-orang itu tertawa kecil. Malik menoleh kepada anaknya. Ia mulai berpikir bahwa mungkin perkataan mereka ada benarnya. Maka ia pun menaiki keledai, sementara anaknya tetap berjalan kaki. Tak lama kemudian mereka bertemu rombongan lain. “Lihat bapak itu,” kata seorang wanita. “Ia duduk nyaman di atas keledai, sementara anaknya harus berjalan di bawah terik matahari.” Malik merasa tid...