Langsung ke konten utama

Postingan

Air mata ayah

البيان في مذهب الإمام الشافعي» (11/ 247) : أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «أطيب ما أكل الرجل من كسبه، وإن ولده من كسبه » . وروى جابر: «أن رجلا أتى النبي صلى الله عليه وسلم، فقال: يا رسول الله، إن أبي يأخذ مالي فينفقه، فقال الأب: إنما أنفقته يا رسول الله على إحدى عماته أو إحدى خالاته، فهبط جبريل، وقال: يا رسول الله، سل الأب عن شعر قاله، فسأله رسول الله صلى الله عليه وسلم عن ذلك، فقال الأب: إن الله - وله الحمد - يزيدنا بك بيانًا يا رسول الله كل يوم، والله: لقد قلت هذا الشعر في نفسي، فلم تسمعه أذناي، ثم أنشأ يقول : غذوتك مولودًا وعلتك يافعًا … تعل بما أجني إليك وتنهل إذا ليلة ضاقتك بالسقم لم أبت … لسقمك إلا ساهرًا أتململ كأني أنا المطروق دونك بالذي … طرقت به منه فعيناي تهمل فلما بلغت السن والغاية التي … إليها مدى ما فيك كنت أؤمل جعلت جوابي غلظة وفظاظة … كأنك أنت المنعم المتفضل فليتك إذ لم ترع حق أبوتي … فعلت كما الجار المجاور يفعل قال جابر: فقبض رسول الله صلى الله عليه وسلم بتلابيب الابن، وقال: " أنت ومالك لأبيك، أنت ومالك لأبيك، أنت ومالك لأبيك " ثلاثًا » . ...
Postingan terbaru

Lalat pembawa Rahmat

    يروى ان الامام الغزالي .رئي بعد موته,فقيل له :ما فعل الله بك؟, فقال: غفر لي, فقيل: بم ذلك؟, قال : بذباب برح على القلم وأنا أكتب, فتركته حتى روي, بهذا غفر الله لي. (المنهج السوي: 658) Malam itu, seorang ulama tertidur di tengah keheningan gurun. Angin gurun berhembus pelan, membawa butiran pasir yang berkilau di bawah cahaya bulan. Langit terbentang luas, kosong,tak berujung; bintang-bintang bertebaran seperti huruf-huruf yang ditulis di lembaran langit. Dalam mimpi, gurun itu berubah menjadi ruang batin yang lapang. Pasir memantulkan cahaya lembut, dan di tengah hamparan itu berdiri Imam al-Ghazali. Wajahnya teduh, matanya memantulkan ketenangan yang membuat gurun terasa seperti majelis ilmu. Ulama itu mendekat, hatinya bergetar.  “Wahai Imam, apa yang Allah lakukan terhadapmu?” Al-Ghazali menatapnya dengan mata yang jernih, seakan memantulkan cahaya dari langit yang tak terjangkau. “Allah mengampuniku,” jawabnya singkat, namun penuh makna. Ulama itu terdi...

الطَّحَّانُ وَابْنُهُ وَالْحِمَارُ

Pagi itu matahari baru saja menyembul dari balik perbukitan. Embun masih menempel di ujung-ujung daun ketika Malik berjalan menuju pasar bersama anaknya. Di samping mereka melangkah seekor keledai yang biasa membantu pekerjaan keluarga mereka. Jalan menuju pasar cukup jauh. Malik memilih berjalan kaki sambil menuntun keledai, sementara anaknya berjalan di sampingnya. Sesekali mereka bercanda untuk mengusir lelah yang mulai terasa. Belum lama berjalan, mereka berpapasan dengan sekelompok orang. “Lihat mereka!” seru salah seorang. “Betapa bodohnya. Mereka punya keledai, tetapi tidak ada yang menaikinya.” Orang-orang itu tertawa kecil. Malik menoleh kepada anaknya. Ia mulai berpikir bahwa mungkin perkataan mereka ada benarnya. Maka ia pun menaiki keledai, sementara anaknya tetap berjalan kaki. Tak lama kemudian mereka bertemu rombongan lain. “Lihat bapak itu,” kata seorang wanita. “Ia duduk nyaman di atas keledai, sementara anaknya harus berjalan di bawah terik matahari.” Malik merasa tid...

Karib yang Tertib (sifat-sifat sahabat saleh)

  صفات الصحبة الصالحة ١ - ملازمة ذكر الله - عز وجل - إخلاصًا له، والتعاون على ذلك . ٢ - النصح عند الخطأ وإزالة الحيرة . ٣ - التثبت على الدين عند المخاوف والمواقف الصعبة، واعتبر بقصة نبينا محمد - صلى الله عليه وسلم - مع صاحبه أبي بكر - رضي الله عنه . ٤ - أخذ العلم من الصاحب والقرين والتواضع في أخذه منه، ففي قصة موسى مع الخضر - عليه السلام - من الدروس والفوائد ما لا يقدر قدره . ٥ - إحسان الصاحب لصاحبه . ٦ - التراحم والتآلف، وقد وصف الله - عز وجل - خير القرون بذلك، وأثنى عليهم به فقال : ﴿أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ﴾ . ٧ - عدم التحاسد، فقد أثنى الرب - تبارك وتعالى - على صحبة الأنصار للمهاجرين بقوله : ﴿وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا﴾ . ٨ - الإيثار، لقوله تعالى عن الأنصار في إيثارهم : ﴿وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ﴾ . ٩المسامحة بينهم وعدم التكلُّف، حتى سمح الشارع الحكيم بالأكل من بيت الصديق بغير إذنه . ١٠ - الحرص على أكل الحلال والبحث عليه . Persahabatan yang saleh dibangun di atas ...

KH Yazid Karimullah

  KH Yazid Karimullah merupakan salah satu pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain yang dikenal sebagai sosok sederhana, disiplin, dan penuh keteladanan. Beliau tidak hanya dikenal dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian besar terhadap kebersihan lingkungan pesantren . Di tengah kondisi masyarakat yang sering menganggap kebersihan sebagai hal sepele, KH Yazid justru menunjukkan bahwa kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dari pendidikan akhlak, pembentukan karakter, serta bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar . Lingkungan pesantren yang bersih, rapi, dan tertata menjadi salah satu ciri khas yang membuat banyak orang kagum ketika berkunjung ke sana. Selain itu, beliau juga dikenal memiliki kemampuan arsitektur yang luar biasa. Meskipun tidak menempuh pendidikan formal sebagai arsitek, beliau mampu merancang bangunan-bangunan pesantren dengan tata letak yang nyaman, indah dipandang, dan memiliki nilai estetika tersendiri. Dalam perjuangannya mem...

Menyembelih “Aku” di Pagi Iduladha

  Pagi ini, untuk kesekian kalinya, kumandang takbir menggema ke seluruh penjuru bumi, melangit, memantul pada dedaunan, lalu jatuh perlahan ke dada-dada yang sedang belajar ikhlas. Kutatap pepohonan yang bergoyang pelan seolah turut larut dalam zikir panjang. Angin berembus syahdu, membawa aroma tanah, embun, dan kenangan tentang pengorbanan. Para santri berjalan dengan pakaian terbaik mereka: jubah putih yang bersih, sorban yang tersampir di bahu sebagai tanda tunduk seorang hamba di hadapan Tuhannya. Wajah-wajah mereka teduh, langkah mereka tenang. Aku pun membaur, melangkah bersama menuju masjid untuk menunaikan salat Id, sembari membiarkan takbir demi takbir membersihkan riuh di dalam kepala. Namun, sebelum telapak kakiku menyentuh lantai masjid, angin berbisik lirih di telingaku, bisik yang lebih tajam dari dingin pagi, lebih dingin dari nafas subuh: “Sudahkah kau mengorbankan egomu hari ini? Ataukah selama ini kau malah memberinya singgasana paling tinggi di dalam hati...