Langsung ke konten utama

Postingan

الطَّحَّانُ وَابْنُهُ وَالْحِمَارُ

Pagi itu matahari baru saja menyembul dari balik perbukitan. Embun masih menempel di ujung-ujung daun ketika Malik berjalan menuju pasar bersama anaknya. Di samping mereka melangkah seekor keledai yang biasa membantu pekerjaan keluarga mereka. Jalan menuju pasar cukup jauh. Malik memilih berjalan kaki sambil menuntun keledai, sementara anaknya berjalan di sampingnya. Sesekali mereka bercanda untuk mengusir lelah yang mulai terasa. Belum lama berjalan, mereka berpapasan dengan sekelompok orang. “Lihat mereka!” seru salah seorang. “Betapa bodohnya. Mereka punya keledai, tetapi tidak ada yang menaikinya.” Orang-orang itu tertawa kecil. Malik menoleh kepada anaknya. Ia mulai berpikir bahwa mungkin perkataan mereka ada benarnya. Maka ia pun menaiki keledai, sementara anaknya tetap berjalan kaki. Tak lama kemudian mereka bertemu rombongan lain. “Lihat bapak itu,” kata seorang wanita. “Ia duduk nyaman di atas keledai, sementara anaknya harus berjalan di bawah terik matahari.” Malik merasa tid...
Postingan terbaru

Karib yang Tertib (sifat-sifat sahabat saleh)

  صفات الصحبة الصالحة ١ - ملازمة ذكر الله - عز وجل - إخلاصًا له، والتعاون على ذلك . ٢ - النصح عند الخطأ وإزالة الحيرة . ٣ - التثبت على الدين عند المخاوف والمواقف الصعبة، واعتبر بقصة نبينا محمد - صلى الله عليه وسلم - مع صاحبه أبي بكر - رضي الله عنه . ٤ - أخذ العلم من الصاحب والقرين والتواضع في أخذه منه، ففي قصة موسى مع الخضر - عليه السلام - من الدروس والفوائد ما لا يقدر قدره . ٥ - إحسان الصاحب لصاحبه . ٦ - التراحم والتآلف، وقد وصف الله - عز وجل - خير القرون بذلك، وأثنى عليهم به فقال : ﴿أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ﴾ . ٧ - عدم التحاسد، فقد أثنى الرب - تبارك وتعالى - على صحبة الأنصار للمهاجرين بقوله : ﴿وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا﴾ . ٨ - الإيثار، لقوله تعالى عن الأنصار في إيثارهم : ﴿وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ﴾ . ٩المسامحة بينهم وعدم التكلُّف، حتى سمح الشارع الحكيم بالأكل من بيت الصديق بغير إذنه . ١٠ - الحرص على أكل الحلال والبحث عليه . Persahabatan yang saleh dibangun di atas ...

KH Yazid Karimullah

  KH Yazid Karimullah merupakan salah satu pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain yang dikenal sebagai sosok sederhana, disiplin, dan penuh keteladanan. Beliau tidak hanya dikenal dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian besar terhadap kebersihan lingkungan pesantren . Di tengah kondisi masyarakat yang sering menganggap kebersihan sebagai hal sepele, KH Yazid justru menunjukkan bahwa kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dari pendidikan akhlak, pembentukan karakter, serta bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar . Lingkungan pesantren yang bersih, rapi, dan tertata menjadi salah satu ciri khas yang membuat banyak orang kagum ketika berkunjung ke sana. Selain itu, beliau juga dikenal memiliki kemampuan arsitektur yang luar biasa. Meskipun tidak menempuh pendidikan formal sebagai arsitek, beliau mampu merancang bangunan-bangunan pesantren dengan tata letak yang nyaman, indah dipandang, dan memiliki nilai estetika tersendiri. Dalam perjuangannya mem...

Menyembelih “Aku” di Pagi Iduladha

  Pagi ini, untuk kesekian kalinya, kumandang takbir menggema ke seluruh penjuru bumi, melangit, memantul pada dedaunan, lalu jatuh perlahan ke dada-dada yang sedang belajar ikhlas. Kutatap pepohonan yang bergoyang pelan seolah turut larut dalam zikir panjang. Angin berembus syahdu, membawa aroma tanah, embun, dan kenangan tentang pengorbanan. Para santri berjalan dengan pakaian terbaik mereka: jubah putih yang bersih, sorban yang tersampir di bahu sebagai tanda tunduk seorang hamba di hadapan Tuhannya. Wajah-wajah mereka teduh, langkah mereka tenang. Aku pun membaur, melangkah bersama menuju masjid untuk menunaikan salat Id, sembari membiarkan takbir demi takbir membersihkan riuh di dalam kepala. Namun, sebelum telapak kakiku menyentuh lantai masjid, angin berbisik lirih di telingaku, bisik yang lebih tajam dari dingin pagi, lebih dingin dari nafas subuh: “Sudahkah kau mengorbankan egomu hari ini? Ataukah selama ini kau malah memberinya singgasana paling tinggi di dalam hati...

Menyembelih ego

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله الله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد الله أكبر كبيرًا، والحمد لله كثيرًا، وسبحان الله بكرةً وأصيلًا . لا إله إلا الله وحده، صدق وعده، ونصر عبده، وأعز جنده، وهزم الأحزاب وحده . لا إله إلا الله، ولا نعبد إلا إياه، مخلصين له الدين ولو كره الكافرون . Malam ini Iduladha datang dengan gema takbir yang terasa berbeda. Ada sesuatu dalam gema itu yang tidak hanya menggema di langit-langit masjid, tetapi juga menggema di bagian paling sunyi dada manusia. Orang menyebutnya malam ini, dengan malam kemenangan, malam pengorbanan, malam penuh keberkahan. Namun sebenarnya malam ini juga seperti cermin yang memaksa kita melihat diri sendiri jauh lebih dalam. Kita sering mengira kurban hanya tentang kambing, sapi, atau darah yang mengalir. Padahal sejak dalu, Iduladha selalu berbicara tentang sesuatu yang lebih sulit dari sekadar menyembelih hewan: menyembelih ego. Tentang bagaimana manusia belajar merelakan keinginan, menundukkan kesombongan, d...

Matahari kecewa

  Pagi itu, angin berbisik di telingaku, seolah membawa rahasia yang tak kumengerti. “Kau tahu mengapa sepagi ini langit sudah menangis?” tanyanya lirih. Aku hanya menggeleng, kebingungan. “Entah,” jawabku singkat. Angin semakin mendesir, mendesakku untuk mencari jawaban. “Coba tanyakan pada pipit yang beterbangan.” Aku melangkah, mendekati kawanan pipit. Namun burung kecil itu justru mengarahkan aku pada pohon alpukat di depan asrama. “Apakah kau tahu mengapa langit menangis pagi ini?” tanyaku penuh harap. Pohon itu diam, hanya mengangkat rantingnya ke arah langit. Aku mendongak. Kabut turun perlahan, mendung menebal, dan di balik kelabu itu tampak secercah cahaya redup. Matahari. Aku terperanjat. “Matahari… mengapa kau begitu murung?” tanyaku cemas. Dengan suara malas, ia menjawab, “Aku kecewa padamu.” Hatiku bergetar. “Mengapa? Apakah aku menyakitimu?” Matahari menarik napas panjang, lalu menatapku tajam. “Kau tahu, tugasku adalah menyinari semua sudut, men...