Langsung ke konten utama

Kopi terakhir

 sore itu, langit berwarna jingga keemasan. Di sudut kafe kecil dekat stasiun, Raka dan Laila duduk berhadapan. Aroma kopi merambat pelan, seakan ingin menahan waktu agar tak tergesa meninggalkan mereka.

“Raka, kita sampai di sini,” suara Laila lirih, nyaris pecah. “Aku harus berangkat. Kampus itu menungguku, dan aku tak bisa menolaknya.”

Raka memejamkan mata, jemarinya mengepal. “Aku tahu. Tapi… apakah kita juga harus selesai?”

Laila tersenyum pahit, senyum yang lebih mirip luka. “Aku tak pernah menginginkan ini. Namun kadang hidup memilih jalannya sendiri. Aku hanya ingin kau bahagia, meski bukan bersamaku.”

Raka mendongak, rahangnya mengeras. “Bahagia? Semudah itu? Kau menanam benih, menyiraminya setiap hari, lalu tiba-tiba kau membakarnya!”

Hening menelan kata-kata. Di luar, kereta melintas, suaranya menyerupai lonceng perpisahan.

Laila meraih tangan Raka, menggenggamnya hangat, hangat yang tahu diri, hanya sesaat. “Raka, kita pernah punya cinta yang indah. Biarlah kenangan itu menjadi rumah, tempatmu pulang kapan pun kau rindu.”

Raka menarik napas panjang, lalu melepaskan genggaman itu. “Baiklah. Mungkin pilihanmu memang yang terbaik untuk kita.” Ia berdiri, menandaskan tegukan terakhir kopinya, lalu meletakkan dua lembar seratus ribu di meja. Tangannya menjabat tangan Laila, untuk terakhir kalinya, mungkin. “Terima kasih untuk semuanya, Laila.”

Kereta berikutnya datang. Raka melangkah pergi, meninggalkan aroma kopi dan hati yang masih berat. Ia menutup mata, membiarkan senja meredam luka yang belum 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

FILOSOFI KOPI, SEJARAH, BUDAYA, PROSES, DAN CITA RASA

    FILOSOFI KOPI, SEJARAH, BUDAYA, PROSES, DAN CITA RASA Farhan bashori hasan ABSTRAK Saat ini Kopi merupakan salah satu minuman yang sangat populer di dunia dan diminati oleh seluruh kalangan dan golongan. Namun dari sekian banyak orang yang mengkonsumsi kopi, hanya segelintir orang yang mampu memahami dan menyingkap Hikmah-himah yang terkandung dalam secangkir kopi yang ia minum. Artikel ini menggunakan metode kualitatif, dalam penelitian ini saya berusaha untuk menemukan sebuah makna sehingga mendapatkan sebuah pemahaman dan menemukan arti dari suatu fenomena dan kejadian yang ada. Teknik yang digunakan adalah literature review , yang mana dalam penelitian ini data yang digunakan studi kepustakaan. Dan dalam artikel ini saya akan mengulas sedetail-detailnya namun juga sesingkat-singkatnya, mulai dari sejarah di temukannya kopi, budaya minum kopi, proses penannaman hingga penyeduhan kopi dan cita rasa kopi, beserta hikmah-hikmah yang terkandung didalamnya. Juga a...

SEBUAH RASA DI BALIK TEMBOK YANG TAK KASAT MATA

  SEBUAH RASA DI BALIK TEMBOK YANG TAK KASAT MATA Di sebuah pesantren yang terletak jauh dari keramaian kota, di tengah hamparan sawah yang hijau dan sunyi, hidup seorang santri muda bernama Zidan Fadlan Rabbah. Pesantren itu adalah tempat yang penuh dengan kedamaian, di mana se tiap sudutnya dihiasi dengan suara lantunan doa dan pembelajaran agama yang tiada henti nya . Di sana, aturan-aturan ketat diberlakukan, dan kehidupan santri dilandasi oleh ajaran yang luhur dan disiplin yang tinggi. Namun, di balik kesunyian dan ketatnya aturan, ada sebuah kisah yang tersembunyi, sebuah kisah tentang cinta yang terhalang oleh sekat-sekat yang tak kasat mata . Zidan adalah santri yang tekun belajar. Dari pagi hingga malam, ia hampir tak pernah berhenti menuntut ilmu. Pagi dimulai dengan shalat subuh berjamaah, dilanjutkan dengan pembelajaran kitab-kitab kuning yang kaya akan hikmah dan filsafa h . Siangnya diisi dengan berbagai diskusi ilmiah , sedangkan malamnya diwarnai dengan dzikir...

“Membantu Dengan Cara Licik”

  “Membantu Dengan Cara Licik” Iya…. itu yang dilakukan kopi pada dirimu membantumu tetap terjaga dengan cara memanipulasi otak. Kok bisa…? , Gini ceritanya! . Jadi otak kita tuh punya zat yang namanya adenois , semacam zat yang selalu ngirim notif “hei waktunya gantuk nih!” semakin lama kamu terjaga dan beraktifitas adenois akan semakin menumpuk di otak mu,   bikin kamu makin lelah dan ngantuk. Nah, pas kamu minum kopi, kafein dalam kopi masuk kedalam otak dan nyamar jadi adenois lalu nempel di reseptornya tanpa memberi notif ngantuk dan malah bikin notif “tak a da kata lelah dalam kamus ku !”. Akibatnya otak jadi ketipu dan tetap siaga! Selain suka nyamar, kafein juga suka ngehasut otak biar   nge-boost dopamine ( hormon yang bikin mood naik dan bikin kamu makin semangat). Mangkanya banyak orang ngerasa makin semangat dan makin fokus setelah minum kopi. Jadi, klok kamu butuh dorongan ekstra buat belajar,kerja atau begadang, kopi bisa nih jadi sidekick palin...