Langsung ke konten utama

lepaskan topeng mu

 Seiring waktu, topengmu kian menumpuk. Ia bukan lagi sekadar hiasan, melainkan gunung yang menjulang, menelan wajahmu yang asli. 

Senyum yang kau pinjam, cinta yang kau tiru, antusiasme yang kau curi dan sedih yang kau reka, semuanya berbaris rapi bagai sawit yang terpaksa merampas hutan. Hingga kau lupa bagaimana sebenarnya engkau tersenyum, bagaimana engkau menangis, bagaimana engkau kecewa dan bagai mana engkau tertawa.

Kau berjalan dengan wajah orang lain, meniru gerak bibir mereka, menyalin tawa mereka, hanya agar kau dianggap sama, normal dan ada. Tapi dengarkan ini, berbeda bukan berarti gila. Kau cukup menjadi dirimu sendiri. Tertawa dengan caramu, tersenyum dengan gayamu, memutuskan dengan keberanianmu.

Jangan takut. Jangan takut menjadi berbeda, selama perbedaan itu tak melukai dirimu dan orang lain. Ingatkan abamu dulu pernah berkata “Kopi tak pernah ingin menjadi gula, hanya agar disukai semua lidah. Ia memilih tetap menjadi dirinya sendiri. Pahit dalam versi terbaik.” Nasehat itu bukan sekadar kata han, ia cermin. 

Tapi kau, sering pura-pura lupa. Kau menutup telinga, menolak bercermin. Kau lebih suka menelan manis palsu, padahal jiwamu haus akan pahit yang jujur.

Apa gunanya semua kebohongan itu?

Apa gunanya semua kebodohan itu?

toh pada akhirnya meski kau diterima di keramaian dirangkul dan tertawa bersama, hatimu tetap kosong. Kesepian. Kesepian yang sunyi, seperti secangkir kopi dingin yang ditinggalkan di meja pesta, tak lagi diminum, tak lagi dipedulikan meski ada ditengah-tengah pesta.


Akankah kau belum juga sadar .

dengarlah…

Dirimu yang sejati bukanlah kutukan. Wajahmu yang asli bukanlah aib. Topeng-topeng itu hanya bayangan rapuh, mudah retak oleh waktu. Sedangkan dirimu adalah gunung yang berdiri tegak, meski diselimuti kabut. Jangan biarkan kabut menipu matamu.

Lepaskanlah topengmu.

Biarkan dunia melihat wajahmu yang asli. Biarkan dunia tahu bahwa kau bukan bayangan, bukan tiruan. Kau adalah kopi yang pahit, tapi jujur. Kau adalah gunung yang tegak, meski sunyi.

Dan ketika kau berani berkata:

“Ini aku, dengan segala luka, tawa, dan kopi yang menemaniku.”

Saat itu, dunia akan berhenti menuntutmu untuk sama. Dunia hanya menunggu kau berani menjadi dirimu sendiri.


Dan ketahulah bahwa segala sesuatu yang diperoleh dari kebohongan. Hakikatnya hanyalah fatamorgana.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

FILOSOFI KOPI, SEJARAH, BUDAYA, PROSES, DAN CITA RASA

    FILOSOFI KOPI, SEJARAH, BUDAYA, PROSES, DAN CITA RASA Farhan bashori hasan ABSTRAK Saat ini Kopi merupakan salah satu minuman yang sangat populer di dunia dan diminati oleh seluruh kalangan dan golongan. Namun dari sekian banyak orang yang mengkonsumsi kopi, hanya segelintir orang yang mampu memahami dan menyingkap Hikmah-himah yang terkandung dalam secangkir kopi yang ia minum. Artikel ini menggunakan metode kualitatif, dalam penelitian ini saya berusaha untuk menemukan sebuah makna sehingga mendapatkan sebuah pemahaman dan menemukan arti dari suatu fenomena dan kejadian yang ada. Teknik yang digunakan adalah literature review , yang mana dalam penelitian ini data yang digunakan studi kepustakaan. Dan dalam artikel ini saya akan mengulas sedetail-detailnya namun juga sesingkat-singkatnya, mulai dari sejarah di temukannya kopi, budaya minum kopi, proses penannaman hingga penyeduhan kopi dan cita rasa kopi, beserta hikmah-hikmah yang terkandung didalamnya. Juga a...

SEBUAH RASA DI BALIK TEMBOK YANG TAK KASAT MATA

  SEBUAH RASA DI BALIK TEMBOK YANG TAK KASAT MATA Di sebuah pesantren yang terletak jauh dari keramaian kota, di tengah hamparan sawah yang hijau dan sunyi, hidup seorang santri muda bernama Zidan Fadlan Rabbah. Pesantren itu adalah tempat yang penuh dengan kedamaian, di mana se tiap sudutnya dihiasi dengan suara lantunan doa dan pembelajaran agama yang tiada henti nya . Di sana, aturan-aturan ketat diberlakukan, dan kehidupan santri dilandasi oleh ajaran yang luhur dan disiplin yang tinggi. Namun, di balik kesunyian dan ketatnya aturan, ada sebuah kisah yang tersembunyi, sebuah kisah tentang cinta yang terhalang oleh sekat-sekat yang tak kasat mata . Zidan adalah santri yang tekun belajar. Dari pagi hingga malam, ia hampir tak pernah berhenti menuntut ilmu. Pagi dimulai dengan shalat subuh berjamaah, dilanjutkan dengan pembelajaran kitab-kitab kuning yang kaya akan hikmah dan filsafa h . Siangnya diisi dengan berbagai diskusi ilmiah , sedangkan malamnya diwarnai dengan dzikir...

“Membantu Dengan Cara Licik”

  “Membantu Dengan Cara Licik” Iya…. itu yang dilakukan kopi pada dirimu membantumu tetap terjaga dengan cara memanipulasi otak. Kok bisa…? , Gini ceritanya! . Jadi otak kita tuh punya zat yang namanya adenois , semacam zat yang selalu ngirim notif “hei waktunya gantuk nih!” semakin lama kamu terjaga dan beraktifitas adenois akan semakin menumpuk di otak mu,   bikin kamu makin lelah dan ngantuk. Nah, pas kamu minum kopi, kafein dalam kopi masuk kedalam otak dan nyamar jadi adenois lalu nempel di reseptornya tanpa memberi notif ngantuk dan malah bikin notif “tak a da kata lelah dalam kamus ku !”. Akibatnya otak jadi ketipu dan tetap siaga! Selain suka nyamar, kafein juga suka ngehasut otak biar   nge-boost dopamine ( hormon yang bikin mood naik dan bikin kamu makin semangat). Mangkanya banyak orang ngerasa makin semangat dan makin fokus setelah minum kopi. Jadi, klok kamu butuh dorongan ekstra buat belajar,kerja atau begadang, kopi bisa nih jadi sidekick palin...