Langsung ke konten utama

Karib yang Tertib (sifat-sifat sahabat saleh)

 

صفات الصحبة الصالحة

١- ملازمة ذكر الله - عز وجل - إخلاصًا له، والتعاون على ذلك.

٢- النصح عند الخطأ وإزالة الحيرة.

٣- التثبت على الدين عند المخاوف والمواقف الصعبة، واعتبر بقصة نبينا محمد - صلى الله عليه وسلم - مع صاحبه أبي بكر - رضي الله عنه.

٤- أخذ العلم من الصاحب والقرين والتواضع في أخذه منه، ففي قصة موسى مع الخضر - عليه السلام - من الدروس والفوائد ما لا يقدر قدره.

٥- إحسان الصاحب لصاحبه.

٦- التراحم والتآلف، وقد وصف الله - عز وجل - خير القرون بذلك، وأثنى عليهم به فقال:

﴿أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ﴾.

٧- عدم التحاسد، فقد أثنى الرب - تبارك وتعالى - على صحبة الأنصار للمهاجرين بقوله:

﴿وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا﴾.

٨- الإيثار، لقوله تعالى عن الأنصار في إيثارهم:

﴿وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ﴾.

٩المسامحة بينهم وعدم التكلُّف، حتى سمح الشارع الحكيم بالأكل من بيت الصديق بغير إذنه.

١٠- الحرص على أكل الحلال والبحث عليه.

Persahabatan yang saleh dibangun di atas fondasi keimanan dan ketakwaan. Seorang sahabat yang baik akan mengajak kepada zikir kepada Allah, menasihati ketika saudaranya melakukan kesalahan, serta menguatkan ketika menghadapi ketakutan dan kesulitan. Ia menjadi sumber ilmu dan kebaikan, sekaligus bersikap rendah hati dalam belajar dari orang lain. Persahabatan juga dihiasi dengan kasih sayang, saling berbuat baik, tidak dengki, dan mendahulukan kepentingan sahabatnya sebagaimana teladan kaum Anshar terhadap kaum Muhajirin. Selain itu, hubungan persahabatan yang ideal dipenuhi sikap lapang dada, tidak dibuat-buat, serta didasari semangat mencari rezeki dan makanan yang halal. Dengan sifat-sifat inilah persahabatan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah dan mengantarkan kepada kebaikan dunia maupun akhirat.{Ibrahim bin al-Hajj Khalifah Mahmud asy-Syafi'i, Adab ash-Shuhbah wa al-Ukhuwwah fi al-Islam, hlm. 10}

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FILOSOFI KOPI, SEJARAH, BUDAYA, PROSES, DAN CITA RASA

    FILOSOFI KOPI, SEJARAH, BUDAYA, PROSES, DAN CITA RASA Farhan bashori hasan ABSTRAK Saat ini Kopi merupakan salah satu minuman yang sangat populer di dunia dan diminati oleh seluruh kalangan dan golongan. Namun dari sekian banyak orang yang mengkonsumsi kopi, hanya segelintir orang yang mampu memahami dan menyingkap Hikmah-himah yang terkandung dalam secangkir kopi yang ia minum. Artikel ini menggunakan metode kualitatif, dalam penelitian ini saya berusaha untuk menemukan sebuah makna sehingga mendapatkan sebuah pemahaman dan menemukan arti dari suatu fenomena dan kejadian yang ada. Teknik yang digunakan adalah literature review , yang mana dalam penelitian ini data yang digunakan studi kepustakaan. Dan dalam artikel ini saya akan mengulas sedetail-detailnya namun juga sesingkat-singkatnya, mulai dari sejarah di temukannya kopi, budaya minum kopi, proses penannaman hingga penyeduhan kopi dan cita rasa kopi, beserta hikmah-hikmah yang terkandung didalamnya. Juga a...

Memberi tak selalu baik

 Memberi dan mengayomi, memang terdengar mulia!.  Seakan kau malaikat yang turun membawa kopi dan pelukan pagi. Tapi coba lakukan itu terus-menerus pada orang-orang yang sama, maka kau bukan lagi malaikat. Kau justru sedang mencetak monster yang haus perhatian. Mengapa bisa begitu? Karena manusia punya kebiasaan buruk: apa yang semula dianggap anugerah, lama-lama dianggap hak. Apa yang dulu disyukuri, akhirnya ditagih. Sekali saja kau absen, mereka akan menatapmu seperti pencuri yang merampas milik mereka. Ironis, bukan? Kebaikanmu berubah jadi utang, dan tanganmu yang memberi berubah jadi borgol. Jadi berhati-hatilah. Terlalu baik itu kadang lebih jahat dari pada tidak peduli. Kasih yang berlebihan bisa membuat orang lumpuh, perhatian yang terlalu deras bisa melahirkan tirani kecil bernama “aku berhak.” Pada akhirnya, kau bukan lagi dermawan, melainkan budak dari kebaikanmu sendiri.

Kamu terlalu penting untuk tunduk

Manusia memanglah makhluk sosial, saling membutuhkan untuk bertahan. Namun jangan sekali-kali untuk menitipkan dirimu pada mulut mereka. Jangan kau amini setiap kata, jangan kau iyakan setiap ajakan, jangan selalu siaga pada setiap panggilan tolong. Sebab bila kau terus menyuguhkan dirimu tanpa batas, otak mereka akan menaruhmu di rak yang rendah: sekadar npc yang diprogram untuk menuruti, bukan pribadi yang layak dihargai. Kebaikanmu pun akan dianggap bukan lagi anugerah, melainkan kewajiban yang harus kau lakukan. Maka, belajarlah berkata “tidak” sebagaimana kau belajar berkata “ya”. Sesekali menolak adalah tanda bahwa kau masih memiliki kehendak. Jadilah dirimu sendiri, bukan bayangan yang mereka bentuk. Sebab ketika kau hadir sebagai npc, wajah yang kau lihat hanyalah topeng manis yang dipakai ketika “aku butuh kamu”. Dan ketika kebutuhan itu usai, jangan heran bila wajah yang selalu tersenyum kini berubah membawa pisau yang menusuk, bahkan dari depan. Jangan memaksakan diri be...