Manusia memanglah makhluk sosial, saling membutuhkan untuk bertahan. Namun jangan sekali-kali untuk menitipkan dirimu pada mulut mereka. Jangan kau amini setiap kata, jangan kau iyakan setiap ajakan, jangan selalu siaga pada setiap panggilan tolong. Sebab bila kau terus menyuguhkan dirimu tanpa batas, otak mereka akan menaruhmu di rak yang rendah: sekadar npc yang diprogram untuk menuruti, bukan pribadi yang layak dihargai. Kebaikanmu pun akan dianggap bukan lagi anugerah, melainkan kewajiban yang harus kau lakukan.
Maka, belajarlah berkata “tidak” sebagaimana kau belajar berkata “ya”. Sesekali menolak adalah tanda bahwa kau masih memiliki kehendak. Jadilah dirimu sendiri, bukan bayangan yang mereka bentuk. Sebab ketika kau hadir sebagai npc, wajah yang kau lihat hanyalah topeng manis yang dipakai ketika “aku butuh kamu”. Dan ketika kebutuhan itu usai, jangan heran bila wajah yang selalu tersenyum kini berubah membawa pisau yang menusuk, bahkan dari depan.
Jangan memaksakan diri bersama dengan mereka yang hanya menguras energimu. Pilihlah lingkaran yang membuatmu tumbuh, bukan yang mengikis jiwamu. Karena persahabatan sejati bukanlah penjara, melainkan ruang di mana kau bebas menjadi dirimu sendiri.
Komentar
Posting Komentar