Tak semua yang kau anggap baik, akan serupa di mata mereka. Sebab kebaikan bukanlah satu warna, melainkan kepingan yang berbeda dari sudut lainnya. Apa yang kau suguhkan dengan tulus, bisa saja dianggap biasa, bahkan mengundang curigai. Dan apa yang kau sebut teman, belum tentu menyebutmu dengan nama yang sama. Terkadang persahabatan hanyalah bayangan yang menari di tebing lembah, ilusi yang menghangatkan sesaat, lalu lenyap ketika cahaya mulai merangkak. Hidup mengajarkan bahwa tidak semua senyum adalah pelukan, tidak semua pelukan adalah kejujuran. Ada yang mendekat karena kebutuhan, ada yang menjauh karena takut terseret dalam luka yang kau bawa. Maka jangan terlalu bergantung pada pengakuan orang lain, sebab nilai dirimu tidak lahir dari tepuk tangan mereka, melainkan dari keteguhan hati dan jati diri. Semua ilusi itu memang terlihat indah, seperti fatamorgana di padang tandus, memberi harapan bagi yang haus. Namun jika kau terus mengejarnya, kau akan tersungkur tanpa pernah...